People Innovation Excellence

COMMUNITY DEVELOPMENT SASJEP – MCF 17 (Bagian Akhir)

LAPORAN HASIL ANGKET

Dari 14 mahasiswa yang menghadiri acara sosialisasi, seluruhnya mengaku belum mengetahui apa itu Autoimmune ITP (sebelum sosialisasi di mulai). Ini menjadi bukti bahwa masih banyak orang-orang yang belum mengetahui Autoimmune ITP, masih sedikit informasi tentang Autoimmune ITP di media massa sehingga belum tersebar luas.

Namun, setelah kami melakukan sosialisasi singkat tentang Autoimmune ITP, para mahasiswa menjadi semakin terbuka dan mengetahui.  Dari 14  mahasiswa yang hadir, 1 orang menjawab SANGAT JELAS , 9 orang menjawab JELAS, 4 orang menjawab LUMAYAN JELAS (berdasarkan data di angket yang sudah dikumpulkan). Selain itu, kami dapat menarik garis besar tentang penjelasan Autoimmune ITP:

  1. Penyakit yang kurang di perhatikan
  2. Penderita hanya bisa melakukan aktivitas 4 jam sehari
  3. Memar tiba tiba muncul harus waspada

Selain menjelaskan Autoimmune ITP dalam Presentasi, kami juga menjelaskan tentang LDHS, yaitu Lima Dasar Hidup Sehat, dimana seseorang merubah gaya hidupnya dari yang kurang sehat menjadi sehat dengan 5 cara:

  1. Gaya Hidup Sehat
  2. Aktif Mandiri
  3. Pengendalian Stres
  4. Terus Belajar
  5. Hidup Positif

5 cara ini merupakan dasar hidup sehat yang harus dilakukan/diterapkan oleh masyarakat. Penjelasan dan poin dari LDHS sudah tertera di dalam lembar angket. Sehingga mendapatkan gambaran tentang LDHS itu sendiri selama kami mempresentasikannya. Cara hidup sehat mana yang sudah/sering dilakukan dan yang jarang di lakukan:

Yang sudah dilakukan:

Gaya Hidup Sehat Aktiv Mandiri Pengendalian Stres Terus Belajar Hidup Positif
5 orang 5 orang 5 orang 5 orang 9 orang

NB  :  Beberapa Mahasiswa menjawab lebih dari 1 pilihan, data berdasarkan angket yang sudah diisi oleh Mahasiswa

Yang jarang dilakukan:

Gaya Hidup Sehat Aktif Mandiri Pengendalian Stres Terus Belajar Hidup Positif
5 orang 6 orang 8 orang 5 orang 1 orang

NB  :  Beberapa Mahasiswa menjawab lebih dari 1 pilihan, data berdasarkan angket yang sudah diisi oleh Mahasiswa

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sudah cukup banyak mahasiswa yang berusaha menerapkan lima dasar hidup sehat. Sebanyak 9 orang, cukup banyak yang menerapkan hidup positif. Tetapi, sayangnya LDHS itu sendiri belum dilakukan dengan cukup baik karena banyak juga poin dari yang belum diterapkan, terutama dalam mengendalikan stres.

SIMPULAN & SARAN

Untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat tentang Autoimmune ITP, kami yang merupakan mahasiswa Universitas Binus, bersedia untuk membantu Marisza Cardoba Foundation (MCF) dengan menyosialisasi dan mengedukasi masyarakat luas tentang kelainan Autoimmune ITP tersebut. Kami melakukan sosialisasi ini dengan terlebih dahulu melakukan pendekatan kepada orang banyak, yaitu dengan ikut berpartisipasi dalam acara pentas seni, acara gathering komunitas lain, dan sebagainya. Di acara tersebut, kami perlahan-lahan berkenalan dengan beberapa orang, memperkenalkan organisasi kami, dan juga menginformasikan kelainan Autoimmune ITP, kami pun tak lupa untuk bertukaran kontak supaya mereka bisa menghubungi kami apabila ada orang-orang terdekat mereka yang mempunyai kelainan ini dan kami juga bisa mengedukasi mereka lebih jauh tentang kelainan ini. Dari sosialisasi yang kami lakukan, kami menemukan bahwa masih banyak orang yang tidak mengetahui kelainan Autoimmune ITP sama sekali. Banyak dari mereka yang masih awam akan hal ini. Minimnya pengetahuan dan kurangnya kesadaran pemerintah dan ahli medis akan kelainan seperti ini membuat kami bertanya-tanya, “Ada berapa banyak orang di Indonesia yang mengalami Autoimmune ITP?”. Kami sadar bahwa perjalanan MCF untuk mengedukasi orang banyak tentang Autoimmune ITP masih panjang.

Selain sosialisasi, kami juga berkesempatan untuk mengunjungi salah satu aset yang dimiliki MCF, Rumah Batik Palbatu. Kami juga mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan Komunitas Organik Indonesia (KOI) dan ikut acara gathering yang diadakan oleh KOI. Kami juga berkunjung ke komunitas yoga di Tebet. MCF juga memperkenalkan kami sebuah komunitas yang menyandang kelainan-kelainan langka (Rare Disorder), Indonesia Rare Disorder (IRD). Dari semuanya itu, yang paling berkesan adalah pada saat kami mengunjungi rumah IRD. Mengapa? Selain bertemu seorang teman lama di sini, kami juga dikenalkan dengan banyak orang yang mengalami kelainan fisik yang tidak wajar. Kami kembali diingatkan untuk bersyukur bahwa masih banyak orang yang butuh perhatian khusus dan uluran tangan yang memberikan bantuan dari orang-orang beruntung seperti kita. Kami tergerak untuk ingin membantu mereka dalam melakukan kampanye untuk menginformasikan kepada khalayak luas bahwa kelainan-kelainan langka disebabkan karena faktor genetik dan bukan merupakan “aib” yang dikira orang-orang zaman dulu kala. Kami juga belajar banyak hal di komunitas ini, mulai dari mengenal penyakit atau kelainan baru dan juga gejalanya, kami juga diajarkan bagaimana memilih makanan yang akan dikonsumsi, kami juga mengenal orang-orang baru untuk koneksi kami. Kami menyukai kebersamaan yang terjadi di komunitas ini dimana di komunitas ini tidak ada yang membeda-bedakan, semua bersama-sama bercengkrama satu sama lain dan menjalin suatu hubungan kekeluargaan yang intim. Hasilnya, kami merasa disambut dan diterima oleh komunitas ini dan mendapatkan keluarga baru di komunitas ini.

Dari hasil angket yang kami sebarkan ke teman-teman kami, kami menemukan bahwa masih banyak yang belum mengetahui Autoimmune ITP. Setelah kami berikan edukasi tentang Autoimmune ITP pun tidak banyak yang memahami dengan sangat baik, sebagian masih ada yang belum begitu mengerti. Namun, itu saja sudah cukup. Paling tidak, mereka mengerti bahwa Autoimmune ITP merupakan suatu penyakit yang tidak bisa disepelekan dan siap untuk menghubungi MCF apabila menemukan seseorang dengan Autoimmune ITP.

Karena Nicco, Kindi, dan Anthony mengambil jurusan Sastra Jepang di Binus, demi mengadaptasikan ilmu yang kami miliki selama berada di MCF, kami bertiga membuat alat-alat edukasi seperti: menerjemahkan poster-poster MCF ke dalam bahasa Jepang, membuat video dengan subtitle bahasa Jepang, dan mewawancarai orang-orang Jepang yang ada di Ennichisai seputar gaya hidup sehat orang Jepang. Poster-poster yang kami terjemahkan adalah poster-poster seputar Autoimmune ITP. Video yang kami buat berupa video tentang jenis-jenis “Senyum” dan video masak. Sedangkan mengapa kami mewawancarai orang Jepang seputar kesehatan adalah karena sampai sekarang belum diketahui penyebab datangnya Autoimmune ITP. Kami berasumsi kelainan ini datang dari pola hidup yang tidak sehat, terutama dari konsumsi makanan dan minuman. Oleh karena itu, MCF memiliki “Lima Dasar Hidup Sehat” yang mengajak kita semua untuk hidup sehat. Kami semua mengetahui bahwa orang Jepang memiliki pola hidup yang sehat. Oleh karena itu, kami ingin menanyakan cara mereka mengatur gaya hidup mereka selama tinggal di Indonesia supaya kami bisa belajar dan mencontoh gaya hidup yang mereka lakukan.

Program Community Development yang kami pilih ini sudah berjalan cukup baik. Kami belajar untuk lebih profesional dalam bekerja dan kami juga mendapatkan koneksi dari berbagai kalangan. Marisza Cardoba Foundation (MCF) bukan merupakan organisasi yang baru terbentuk.

Kami juga menyadari bahwa komunikasi antara kami, jurusan, TFI dan MCF masih jauh dari harapan, sehingga tidak jarang kami menemukan adanya kesalahpahaman informasi yang kami dapatkan. Kurangnya rasa kesadaran, kerjasama, dan perhatian dari kami semua membuat komunikasi kami berjalan kurang lancar. Namun pada akhirnya, semua dapat kami selesaikan dengan baik. Kami pun juga berhubungan baik dengan berbagai pihak. Peran dosen pembimbing juga sangat membantu kami. Tidak hanya menjembatani kami dan MCF, tetapi juga menolong kami mengarahkan apa yang harus kami kerjakan.

Nama              :  Nicco Handaya

Tempat Lahir  :  Jakarta

Tanggal Lahir  :  21 Mei 1990

NIM                 :  1701336256

Fakultas           :  Humaniora

Jurusan            :  Sastra Jepang

Semester         :  6

 

Nama              :  Primawati Adicasrini

Tempat Lahir  :  Jakarta

Tanggal Lahir  :  15 Agustus 1995

NIM                 :  1701336773

Fakultas           :  Business Management

Jurusan            :  International Marketing

Semester         :  6

 

 

Nama              :  Kindida Esseydio

Tempat Lahir  :  Jakarta

Tanggal Lahir  :  25 Oktober 1995

NIM                 :  1701289455

Fakultas           :  Humaniora

Jurusan            :  Sastra Jepang

Semester         :  6

 

Nama              :  Anthony Tirtoaji

Tempat Lahir  :  Surakarta

Tanggal Lahir  :  25 Maret 1995

NIM                 :  1701312810

Fakultas           :  Humaniora

Jurusan            :  Sastra Jepang

Semester         :  6

Dari kiri ke kanan : Nicco, Prima, Kindi, Anthony


Published at :
Written By
HRCD
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close