People Innovation Excellence

Wawancara dengan mahasiswa study abroad! gimana sih pengalaman mereka?

Wawancara Singkat dengan mahasiswa study abroad

Semester 7 sudah dimulai, dan Mahasiswa yang mengikuti program 3+1 sudah kembali belajar ke kampus. Nah, buat kalian yang masih semester 5 dan masih ragu untuk memilih program 3+1 yang mana, mungkin kalian bisa mempertimbangkan untuk study abroad. Mengapa study abroad? Well tentunya sebagai mahasiswa sastra jepang, bisa pergi belajar ke Jepang merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Selain itu, tentunya kalian bisa meningkatkan kemampuan bahasa jepang kalian dengan berinteraksi secara langsung di lingkungan masyarakat Jepang.

Selain belajar, kalian juga akan mendapat berbagai macam pengalaman menarik, serta membuat pikiran kalian lebih terbuka terhadap kebudayaan asing. Kalian juga dapat meniru budaya dan kebiasaan baik masyarakat sana untuk membangun Indonesia yang lebih baik dari diri sendiri. Namun, tidak selalu pengalaman baik, ada juga beberapa pengalaman yang mmmmmmmmmmmungkin akan kalian alami yang dikiranya agak tidak mengenakkan.

Kalau kalian penasaran pengalaman yang bagaimana, berikut adalah hasil wawancara kami dengan mahasiswa yang mengikuti program Study Abroad tentang pengalaman unik yang mereka rasakan selama di Jepang.

 

Mahasiswa 1 : Andy Dwitafa

“Pengalaman unik sih ya, waktu pulang baito (Kerja paruh waktu), kan pulangnya jam 12. Nah, tiap hari jumat, hampir selalu ketemu bapak-bapak karyawan kantoran yang minum-minum sampai mabuk di jalan. Mereka ada yang tidur dijalan sampai dibawa polisi, atau malah kadang nari-nari gak jelas. Udah kayak tradisi aja tiap jumat malam.”

Andy yang di tengah

“kalau ditanya pernah kena masalah sama mereka sih, sebenarnya pernah. Cuma ya, masalah simpel aja, kayak ketabrak waktu mau kereta, terus orangnya nyolot gitu, mungkin karena lagi mabuk ya. Tapi ya saya balesnya santai aja, terus pelan-pelan menjauh”

Mahasiswa 2 : Renata

“Sebenernya sih simple, tapi waktu disana, mau kondisinya seramai apapun, waktu naik escalator mereka tetep naik di satu sisi. Gk ada yang berebutan dan ngantri dengan tertib.”

Renata paling kanan

Terus sisi lainnya dibiarin kosong buat orang yang lagi buru-buru. Udah pernah denger hal ini sih, namun waktu liat sendiri agak terkejut aja, ternyata beneran. Terus pas naik escalator, kan di Tokyo sama wakayama beda, jadi kadang agak ketuker. Wakayama di kanan, Tokyo di kiri buat jalur santainya.

 

Lalu, yang mengejutkan lagi, banyak tempat makan di Jepang yang gak ada pelayan yang ngebersihin meja, namun semua meja rapi dan bersih. Para pelanggan juga gak ninggaling meja gitu aja abis makan, mereka selalu menaruh piring dan gelas kotor ke tempat yang udah disediain”. Awalnya kita juga bingung balikin sisa makanannya kemana, jadi kita ngeliatin orang-orang disana terus kita ikutin.

Mahasiswa 3 : Ivan Yusuf

“waktu itu pernah diajak karokean sama orang sana, terus dikaraoke pada mabuk. Ya, sebenernya biasa sih buat anak muda, tapi yang bikin kaget itu pas mabuk mereka ngelakuin hal-hal yang mungkin nggak pantas buat dilakuin anak muda di Indonesia. Kadang ada juga yang masih nyanyi meski udah diluar.”

ucup paling belakang

 

“kalau ditanya ikut minum atau gak, ya gak minum. Selain ajaran agama, ada juga preferensi pribadi buat nolak alcohol. Untung aja mereka gak ada maksa atau sejenisnya karena gak minum. Mungkin mereka emang udah terbiasa dengan budaya asing, karena banyak temenan dengan orang luar.

Mahasiswa 4 : Rendy Sutanto

“Untuk pengalaman sih gak ada, hanya ada budaya Uchi Soto (Budaya yang membedakan perlakuan terhadap orang dalam kelompok dengan yang luar kelompok) yang terlalu terlihat, sehingga waktu berteman dengan orang jepang, agak terasa sih beda perlakuannya. Namun ada juga orang jepang yang udah gak make budaya itu, jadinya lebih nyaman.”

Rendy baju biru di kanan

 

“Contoh ya, mungkin waktu main bareng, biasa kan dipisah-pisah gitu per grup, nah biasanya jadi orang yang gak dapet grup. mereka orang jepang ada yang lebih ngutamain sesama orang-orang jepang buat bareng. Nah,ada juga mereka yang gak nerapin budaya itu, mereka yang biasanya juga ajak kita jalan atau bareng. Jadi mereka gak ada permasalahin orang jepang atau bukan dalam kelompok main.

Mahasiswa 5 : Sherly

paling kanan bawah

“yang merasa unik sih ya, kakek dan nenek di jepang meski usia udah 70an, tapi masih sehat. Diajak ngobrol masih nyambung dan mereka orangnya semangat. Kayak mereka ceritain kita gimana caranya hidup panjang kayak dia, sampai cerita Kanazawa itu dulu kayak gimana. Selain itu, di Jepang sana ngga cuman belajar budaya Jepang, bahkan sampe belajar budaya Rusia juga seperti mencoba makanan Rusia “Piroshki”.

Mahasiswa 6 : Chika

chika kanan bawah

 

“daripada unik, mungkin lebih ke ngeri ya. Waktu itu lagi baito bareng senpai, karena senpai masih training jadi dia pulang duluan. Waktu pulang ada cowok yang katanya nanya jalan ke stasiun. Ngobrol-ngobrol mereka, tapi ternyata setelah beberapa saat, si cowok malah nanya hal yang kurang ajar. Dia nanya, “boleh pegang dada kamu gak? Nanti saya bayar.” Tentu aja senpai langsung takut dan marah. Dia lari balik ke tempat kerja, terus kasih tau bos kami. Setelah itu baru deh diajak laporan ke kantor polisi. Pas laporan ke polisi, ya kayak biasa, senpai diminta cerita detil 2x pas telepon sama laporan langsung di kantornya buat kepastian.”

“Sejak saat itu udah gak pernah ada kejadian apa-apa lagi sih., oh ya, terus sebelumnya polisinya juga nawarin mau dianter apa kagak, tapi karena senpai naik sepeda dan ada aku juga nemenin, jadi kami nolak.”

Nah, begitulah pengalaman unik senpai kalian selama menjalani study abroad. Mereka jadi bisa membuka pikiran terhadap budaya jepang dan mempelajari kebudayaan mereka yang baik untuk diterapkan di Indonesia.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close