People Innovation Excellence

Packing Last Day!

Woooww akhirnya hari keberangkatan ke Jepang besok banget!

Sebenernya jurnal ini ditulis tanggal 17 September 2018, saya sudah di Jepang. Hahaha. Kenapa? Karena baru kepikiran 2 hari lalu sepertinya selama di Jepang bikin jurnal harian / berkala, menarik juga. Ini udh hari ke-13 saya di Jepang, karena masih baru kali ya, jadi banyak banget hal-hal yang menarik setiap harinya. Mulai dari hal-hal aneh, hal-hal yg bikin pelajaran, beberapa tips-tips, dst. Jadi saya pikir sepertinya menarik kalau dibuat jurnal + foto kan. Hehehe. Siapa tau jurnal saya bisa berguna untuk yang baca (amiiin), walaupun terkadang di dalamnya ada (atau banyak) hal-hal receh nggak penting, hahaha.. well, bebas aja, silakan baca untuk yang suka yaaa! 😊

Back to topic. Saya akan cerita mengenai H-1 saya ke Jepang. Masih nggak kebayang aja akhirnya hari ke Jepang selama 6 bulan bakal datang besok bangeeett! Jadi, flashback waktu saya apply program ini, ini adalah program Training metode pengajaran Bahasa Jepang, Bahasa Jepang dan Budaya Jepang untuk pengajar Bahasa Jepang di seluruh dunia. Ada 2 jenis training ini: Long Term Program, training 6 bulan seperti yang saya ikuti & Short Term Program, training 3 bulan. Sejak awal saya masukin proposal grant 30 November 2017 (kalo gak salah), saya cuma berasa nothing to lose aja, keterima sukur, nggak ya coba taun depan lagi. Karena emang dari dulu banget saya pingin apply grant ini, tapi baru bisa apply tahun 2017 ini. Sebenernya pernah sih dulu apply pas baru lulus S1 th 2011 kalo gak salah, masih kerja di tempat kursus, walaupun nekad aja apply karena syaratnya harus ngajar di Lembaga formal (SMA / Universitas), tempat kursus nggak masuk itungan, tapi nekad aja, well ya jelas aja nggak diterima. Hahaha.. jadi akhirnya apply di 2017 deeeh. Bulan demi bulan berlalu yekan, akhirnya sampe di April 2018 dimana bulan itu adalah pengumuman hasilnya. Agak deg-degan juga sih pas masuk April, tapi lama2 perasaan itu hilang ketimbun kerjaan (hahaha).. sampe sadar-sadar udah akhir April, nggak ada kabar. Bhay deh ya. Secara pernah denger juga program ini seleksinya ketat, ada yang sampe beberapa kali apply gak dapet2, udah terkenal beritanya kayak gitu. Jadi yasudahlah ya. Eh tau-tau, akhir April tanggal berapa gitu lupa, malem-malem, lagi lembur di Kijang sekitar jam 7 malem banget, ada telp dari nomor entah siapa. Pas diangkat Taunya JF. Kirain perpus JF kan (karena pernah bbrp hari lalunya ditelp perpus lupa balikin buku kalo gak salah). Ternyata pengumuman bahwa saya lolos seleksi! Omaigat! Hahahaa.. surprise banget! Di jurusan masih ada Hendy sensei & 2 dosen sastra Inggris (Udi & Jessi), jadi seketika hepi aja ber 4. Alhamdulillah ya.

Balik ke cerita packing. Saya nggak packing dari jauh-jauh hari, karena sering menghindar (hahaha) di entar-entarin karena rasanya gak mau ninggalin Indonesia, tapi di sisi lain juga excited. Datanglah harinya harus packing, H-1 banget. Walaupun nggak packing dari lama, tapi saya udh listing barang-barang yang perlu dibawa / dibeli. Tips penting nih yang mau pergi jauh tapi males packing jauh-jauh hari kayak saya, listing barang-barang dalam pikiran trus dicatet itu penting banget. Jadi H-1 gak parah-parah amat lah. Misalnya oleh-oleh buat siapa aja, berupa apa, belinya dimana. Kenapa oleh2? Karena kita kan bakal banyak ketemu orang asing, jadi penting bawa souvenir untuk perkenalan di awal & mengenalkan Indonesia juga. Bawalah barang-barang / makanan khas Indonesia. Saya sendiri bawa beberapa jenis oleh-oleh. Untuk temen yang 50 orang, bawa the sari wangi sachet + permen jahe. Untuk sensei (pengajar) nya bawa yg agak bagus, misalnya kopi yang terkenal / selendang batik. Saya lebih pilih selendang batik untuk cewek karena kalau baju batik takut nggak kepake. Secara batik kan terkenalnya di Indonesia, coraknya colorful, walaupun keren, tapi kalau untuk orang asing yang nggak biasa corak colorful, bisa jadi malah nggak kepake. Jadi mending scarf, kecil, nggak terlalu mencolok. Jadi H-1 itu murni Cuma masuk-masukin semua ke koper. Awalnya PD banget bisa masuk semua ke koper ukuran L (yg gak segede gaban). Taunya, gak muat! Karena banyak bawa oleh-oleh.

Kira-kira oleh-oleh ini yg saya bawa banyak.

Selain oleh-oleh, saya juga bawa ransum untuk saya sendiri. Hehehe. Sambel botol, boncabe, kecap manis, abon, tolak angin (ini penting bgt), jahe instant (ini juga penting untuk musim dingin). Ngomong-ngomong ransum, sampe hari terakhir ke Kijang sebelum berangkat tuh saya lupa siapin sambel uleg, gak kepikiran banget, walaunpun ada yg versi botol instant nya gitu kan. Tau-tau pas hari terakhir saya di Kijang, saya dikasih 2 renteng sambel uleg sachet dari temen-temen yang ada di ruangan Sastra Jepang & Sastra Inggris. Saya terharuu.. makasih yaaaa teman-teman. Hahaha.


Published at :
Written By
Dhaniar Asmarani
Deputy Head of Japanese Department
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close