People Innovation Excellence

Dhaniar Sensei Diary Day 4 : Nyasar di Jepang!

Hari ini sudah mulai ada kegiatan pertama kali di Sentaa. Pagi ada orientasi mengenai training ini dan upacara penerimaan gelombang baru. Siang ada placement test level A. untuk kegiatan pagi, karena seremonial, kami diminta untuk pakai baju adat khas masing-masing negara. Saya sebenernya bawa 1 kebaya, tapi nggak mau pakai kebaya karena nanti dipakai untuk upacara kelulusan saja. Jadinya saya pakai dress batik saja. Btw, ngomong-ngomong soal kebaya, ini epic banget juga. Kabar bahwa saya harus bawa kebaya sebenernya sebelum disampaikan orang JF Jakarta, sudah saya dengar dari teman saya di Jurusan yang pernah ikut program ini juga di tahun 2016: Daniel sensei. Tapi sampe seminggu sebelum keberangkatan saya, saya nggak mau siapin kebaya, karena nggak mau cobain kebaya mana yang masih muat di saya OMG. Karena itu rasanya nggak mau cobain kebaya yang saya punya dari dulu. Tapi akhirnya mau gak mau harus coba, dan saya buru-buru ke penjahit untuk gedein kebayanya………. Zzzzzzz intinya, itu kebaya bisa digedein, thanks god!

Balik ke cerita, setelah sarapan pagi, kami ke hall untuk seremoni penerimaan, saya pakai dress batik, beberapa teman saya ada yg pakai kebaya, ada yg pakai batik juga, ada yg pakai blazer. Ketika kami semua kumpul di hall, saya perhatikan beberapa kostum teman-teman yg dari negara lain. Bagus-bagus bangeeeett. Yang agak mencolok itu dari India & Armenia. India tentu pakai Sari warna warni bagus banget, yang Armenia, kostumnya kayak pramugari, pakai topi khas gitu kayak peci. Cantik banget. Sayang saya nggak foto. Setelah upacara pemyambutan, kami difoto dengan baju adat ini untuk foto pertama kali masuk.

Ini foto lokasi asal kami. Ada yang dari Asia banyak banget, Amerika Latin & sekitaran Rusia. Total peserta ada 42 orang dari 29 negara. Dari 42 orang itu tim Indonesia paling banyak, 8 orang, negara lain sebanyak-banyak nya Cuma 3 orang misalnya dari Myanmar, 2 dari Filipina, & kebanyakan hanya 1 orang.

Setelah kegiatan seremonial di pagi, kami istirahat, dan mulai jam 13.30 ada tes tertulis level A. untungnya tes nya nggak terlalu susah, jadi kepala nggak sakit-sakit amat. Btw hari ini pertama kali saya makan seharian di kantin. Ini menu sarapan & makan siangnya:

Ngomong-ngomong menu makanan, di menu makan siang ini ada yang unik. Itu di salad ikan Saba, ada yang lihat penampakan cabe rawit ijo? Hehehe.. dizoom ya

Yesss, bentuk penampakan itu sama persis dengan cabe rawit ijo! Saya kaget! Yakali orang Jepang makan bom pedes banget gini. Hahahha. Taunya pas dicoba, rasa & aromanya persis cabe rawit ijo, agak pahit, tapi sama sekali nggak pedas. Btw ini sayur Namanya Shishito. Biasa dipakai untuk acar.

Setelah selesai tes, masih jam 4 kurangan, kami jalan-jalan, mau belanja ke supermarket ceritanya. Sebelum jalan, saya foto-foto bentuk Gedung Sentaa, kira-kira kayak gini nih:

Akhirnya sampai di Aeon. Di Jakarta Aeon mevvah banget, mall. Di Jepang supermatket saja, semacam Superindo. Pertama kali lihat supermarket Jepang, derajatnya udah gak bisa dibilang kalap lagi. Tapi pusing. Hahahhaha.. banyak yang aneh, lucu, indah dimana-mana, jadi mana duluan yang mau diliat, mana duluan yang mau dicermati, gak bisa diputuskan. Sampe sekarang saya nulis di hari ke-14 aja, saya merasa masih butuh waktu pribadi sekitar 2-3 jam untuk muterin supermarket, telusurin setiap rak & lihat2 semua items yang unik. Secara kalo saya sendiri, di Jakarta aja ke supermarket bisa lama banget, karena hobi ngeliatin detail item nya satu per satu. Ada yang sama hobinya kayak saya? Hehehehehe, kalian pasti tau kan rasanya.

Jadi di Aeon ini ada supermakernya, ada toko bajunya, toko kosmetik, toko serba 100 yen, toko buku dan game center nya. Hampir semua produk di semua bagian lucu, kebayang gak tuh pusingnya. Hahaha.. udah bukan kalap lagi ya derajatnya, pusing. Nanti lah cari waktu pribadi sendirian ke Aeon, semedi. Oiya btw kami ke Aeon ber 8 + 2 orang Srilanka: Udaani & Gayani.

Karena saking bingungnya, waktu itu saya cuma beli permen karet, coklat di supermarket & pulpen, file, kertas file, sabun cuci piring & spons cuci piring. Keliatan nggak pola random & bingungnya? Hahaha… saya pun beli file itu karena liat Icha beli, dan baru kepikiran, oiya butuh file buat belajar ya.

Udah selesai dari Aeon, kami jalan pulang, udah gelap. Semakin jalan, kok perasaan jalannya beda ya. Trus nggak sampe-sampe. Taunya kami NYASAR ya. Setelah sekian hari dipikir-pikir ternyata waktu itu kami keluar di pintu yang berlawanan & salah. Mengenai nyasar ini ada cerita konyol. Jadi kan kami jalan gak jelas juntrungannya. Awalnya pas berangkat ke Aeon saya lihat plang dokter gigi, jadi mau patokannya itu.

Trus udah aman yekan nemu plang yang sama pas nyasar pulang itu, tapi masih nggak sampe-sampe, malah nembus jalan raya. Macam mana.. udah gak bener ini. Akhirnya si Ayu bilang Balik aja ke Aeon, dari Aeon baru reka ulang tadi masuk dari mana. Yaudah kita balik ke Aeon setelah jalan selama 15 menitan. Di perjalanan balik Aeon yang juga gak tau lewat mana zzzzzzz… kita ketemu rombongan temen2 seangkatan juga dari negara lain yg juga lagi jalan pulang ke Sentaa. Dari jauh kita amatin kan tuh. Mereka kayak nanya ke seseorang Jepang, trus orang Jepangnya jalan di depan mereka & mereka ikutin. Saya pikir wah aman nih, mereka dipandu orang Jepang, ikutin aja yuk! Saya bilang gitu kan ke temen2. Yaudah akhirnya ngikutin kan tuh dari kejauhan. Tau-taunya pas ngikutin, orang Jepangnya BELOK dong ninggalin serombongan temen-temen saya itu! JEDEEER! Hahahaha.. trus serombongan ini berhenti jalan. Kita susul, pas kita tanya, Taunya mereka juga NYASAR. Yasalam. Singkat cerita, setelah jalan 30 menitan, kita sampe Sentaa. Udah jam 20.20, kantin tutup order jam 20.30. gilingan papan. Kami hampir gak dapet jatah makan malem. Akhirnya giri-giri safe ya. Kami makan dengan bahagia.

Saya order Spaghetti tomat. Rasanya oke, the best part adalah ada Parmessan gratis di tempat bumbu-bumbu makanan. Yaaaaayy!


Published at :
Written By
Dhaniar Asmarani
Deputy Head of Japanese Department | Bina Nusantara University
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close