Antara Rusia dan Amerika Serikat versi Trump

Berikut ini adalah hasil karya Mahasiswa Semester 7 untuk matakuliah Translation of Japanese Newspaper (N1282).

Antara Rusia dan Amerika Serikat versi Trump

Washington, D.C. 6 Januari lalu, badan intelijen AS (CIA), Biro Investigasi Federal (FBI), dan Badan Keamanan Nasional (NSA) mengeluarkan pernyataan bahwa ada indikasi kemenangan presiden terpilih AS, Donald Trump, mendapat bantuan dari pihak Rusia. Bantuan tersebut diperkirakan berupa serangan berita-berita fitnah (hoax) terhadap mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton yang merupakan rival Trump dari partai Demokrat. Pernyataan tersebut juga menjelaskan secara langsung kedekatan antara Trump dengan presiden Rusia, Vladimir Putin. Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut apakah Trump menerima pernyataan ini atau tidak.

Seakan menjawab hal tersebut, ada tanggal 7 Januari melalui Twitternya, Trump mengatakan “Mempunyai hubungan dekat dengan Rusia bukanlah hal yang buruk. Hanya orang bodoh saja yang berpikir itu sesuatu yang buruk”. Trump juga mengatakan andai ia bisa menjadi presiden, “Rusia akan menghormati kita lebih dari sekarang.” Ini menunjukkan keinginan untuk bekerja sama yang kuat antara Trump dengan Rusia.

29 Desember tahun lalu, atas instruksi dari presiden Barrack Obama melalui percakapan telepon antara duta besar Rusia untuk AS, Sergey Kislyak dan penasihat keamanan negara AS, Michael Flynn, mengumumkan mengenai pendeportasian 35 diplomat Rusia dan mengenakan hukuman tambahan sebagai tanggapan atas usaha Rusia untuk mempengaruhi pemilihan presiden Amerika tahun lalu.

Sehubungan dengan itu, juru bicara gedung putih, Sean Spicer, mengungkapkan kepada wartawan pada konferensi pers, bahwa percakapan telepon antara Flynn dan Kislyak terjadi pada 28 Desember tahun lalu, dan isinya membicarakan penyelenggaraan telepon antara presiden Putin dan Trump setelah inaugurasi tanggal 20 Januari mendatang.

Mengenai hal ini, Donald Trump mengatakan akan ia akan mempertahankan sanksi terhadap Rusia tersebut, tetapi tidak akan bertahan lama dan akan segera dicabut kalau Rusia membantu perlawanan terhadap teroris dan membantu mencapai target lain yang penting bagi Amerika Serikat

Sementara itu, presiden Rusia, Vladimir Putin, dikabarkan telah siap untuk bertemu dengan presiden AS, Donald Trump. Tetapi, persiapan untuk pertemuan tersebut diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan, bukan beberapa minggu seperti yang diutarakan Dmitry Peskov kepada BBC. (Zaki)

Disadur dari referensi berikut:
http://www.voaindonesia.com/a/presiden-terpilih-as-akan-pertahankan-sanksi-terhadap-rusia/3676194.html
http://www.jiji.com/sp/article?k=2017011400093&g=int
http://www.reuters.com/article/us-usa-trump-kremlin-idUSKBN15509L
http://www.jiji.com/sp/article?k=2017010900001&g=int

 

Ahmad Zaki Albaqir