Denda Bagi Fotografer di Daerah Gion

Jepang terkenal akan sebagai daerah tujuan wisata. Banyak kota-kota di Jepang seperti Tokyo, Osaka, Kyoto menjadi tujuan utam bagi turis-turis mancanegara ketika datang ke Jepang. Ini tentunya memberikan keuntungan bagi  kota-kota tersebut, banyak hotel, restoran, dan tujuan pariwisata mendapatkan keuntungan dengan datangnya turis-turis tersebut. Namun tidak hanya keuntungan yang didapatkan Jepang, ada juga pengaruh-pengaruh negatif yang ditimbulkan turis yang datang ke Jepang.

Akhir-akhir ini ada beberapa kasus kedatangan orang asing yang menyebabkan ketidaknyamanan di Jepang. Seperti kasus pada pendukung rugby tim Prancis yang melakukan yel-yel kemenangan di dalam kereta, selain itu juga ada kasus seorang turis asing memasang musik keras-keras dari smartphonenya di sebuah cafe. Hal ini tentunya bertentangan dengan budaya Jepang yang mengutamakan “wa” dalam kelompok.

Salah satunya adalah daerah Gion di Kyoto. Gion terkenal akan Geisha. Geisha merupakan wanita-wanita yang bekerja sebagai seniman di kota Kyoto. Figur Geisha yang populer ini seringkali menjadi daya tarik kota Kyoto yang masih mempertahankan kota tradisional. Namun dengan makin banyaknya turis yang datang ke Jepang. Apalagi turis-turis jaman sekarang banyak yang datang demi untuk mengambil foto dan diupload ke media sosial mereka. Banyak turis kemudian mengikuti para Geisha dan memaksa untuk berfoto dengan mereka.

Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi para penduduk lokal Kyoto, sehingga akhirnya daerah Gion membuat aturan yang melarang para turis untuk mengambil foto di beberapa daerah. Bagi mereka yang melanggar dapat dikenakan denda sebesar 10,000 Yen.