Mori Girl Fashion Style

Jepang merupakan salah satu tempat dimana berbagai jenis fashion bermunculan. Gyaru, Visual Kei, Lolita (dimana banyak gaun dengan banyak renda dan pita, membuat pemakainya terlihat seperti princess), Decora (dimana pemakainya memakai banyak aksesoris dengan berbagai macam warna), Mori girl dan masih ada lainnya. Dibandingkan genre fashion lainnya yang kelihatan mencolok, style Mori Girl justru berbanding tebalik dengan genre fashion lainnya yang bermunculan di Jepang. Fashion style Mori Girl merupakan fashion style dari Jepang yang kurang begitu dikenal. Istilah Mori Girl berasal dari kata “Mori” (森) yang berarti “Hutan”,  jadi style fashion ini berhubungan dengan alam, dan Mori Girls dilihat sebagai suatu jenis peri hutan. Gaya Mori Girl sendiri mulai bekembang di Jepang pada 2007.

Istilah Mori Girl diduga berasal dari nama sebuah komunitas yang diluncurkan pada Agustus 2006 di Mixi, sebuah layanan jejaring social Jepang. Sejak saat itu, istilah komunitas online mendarat ke dunia nyata. Secara bertahap Mori Girl menjadi istilah sehari-hari tentang sebuah gaya yang digambarkan oleh majalah majalah mode. Dan, mulai bertebaranlah para mori girl di jalan-jalan.

Salah satu contoh gaya Mori Girl dalam anime (Karakter: Takamori Aiko dari seri Idolm@ster Cinderella Girls)

 

Ciri penampilan Mori Girl adalah pakaian longgar, khususnya rok, terbuat dari bahan alami, dan biasanya alam warna natural seperti putih, beige, coklat atau krem. Mereka biasanya menggunakan banyak lapisan pada pakaian mereka. Walaupun begitu, hal itu tidak terlihat terlalu berlebihan jika kalian melihat sekilas apa yang mereka kenakan. Kuncinya adalah perpaduan warna yang terkesan alami. Karena pemilihan warna yang ringan, setiap lapisan bisa tetap “nyambung” satu sama lain.

Sifat kekanak-kanakan Mori Girl membedakan mereka dari wanita kota yang bersifat lebih agresif dan seakan lebih karnivora (aktif). Mori Girl menghindari penggunaan sepatu stiletto (sepatu hak tinggi yang memiliki heel yang sangat tipis) dan lebih memilih menggunakan sepatu berhak datar (Flat Shoes), dan mereka menjaga agar kuku mereka tetap pendek sambil menjaga agar kuli mereka tetap cerah. Mori Girl sendiri menyukai sesuatu hal yang bermotif cetakan binatang (animal print), permen, motif kotak kotak, bunga, polkadot dan juga bernuansa vintage. Ini menunjukkan bahwa mereka semua tentang menjalani kehidupan yang sederhana dan nyaman. Konon gaya Mori Girl ini mirip dengan gaya Boho di barat karena gaya ini sama-sama berhubungan dengan alam.

Namun, mereka menghindari penampilan yang terlalu imut. Mereka memakai sdikit riasan (make up), tetapi ketika mereka menggunakannya, tak jarang menimbulkan kesan merona pada pipi yang melihatnya. Meskipun setiap Mori Girl seperti kekanakan dalam hatinya, mereka tak henti hentinya terpesona dengan hal hal yang berbau sejarah. Benda benda antik seperti jam saku, liontin emas kecil dan kamera analog menarik perhatian para Mori Girl.

Gaya Boho di barat dan Mori Girl memiliki persamaan dalam konsepnya, tetapi ada sedikit perbedaan. Keduanya menyukai penggunaan pakaian yang longgar , tapi dari bahan pakaiannya, gaya Boho condong menggunakan kain berbahan tipis, sedangkan Mori Girl menggunakan kain medium hingga heavy weight dan menumpuknya hingga berlapis lapis. Aksesoris yang biasa mereka gunakan juga kurang lebih sama, tetapi gaya Boho lebih banyak menggunakan akseoris yang rumit dan bertumpuk, berbanding terbalik dengan Mori Girl yang menggunakan baju yang berlapis lapis, gaya Boho justru menggunakan aksesoris yang betumpu tumpuk. Untuk motif baju, gaya Boho lebih menggunakan motif tribal, yang terdiri dari segitiga, totol (dots) dan garis-garis (stripes), sedangkan Mori Girl cenderung menggunakan motif print bunga (biasanya yang bernuansa antik) dan polkadot. Gaya Mori Girl memiliki pembawaan yang tenang. Mori Girl mengekspresikan diri mereka melalui fashion mereka dan mereka tidak mudah terusik oleh tren terkini.