Apakah AI bisa bikin info propaganda?

Apa benar AI bisa bikin informasi propaganda?

Bagaimana jika AI memberikan info atau membangun narasi “hate speech“?

Siapa yang pernah nonton 攻殻機動隊? Atau biasa lebih dikenal dengan Ghost in the Shell.

Dalam manga atau animasi 攻殻機動隊, terdapat cerita di mana AI memiliki kemampuan untuk membuat propaganda, bahkan hingga memicu kudeta. Apa saja yang membuat cerita ini seru?

The Puppet Master (人形使い) adalah AI yang menjadi sadar diri. Dia menggunakan kemampuan melakukan hacking untuk memanipulasi manusia dan sistem informasi. Meskipun tujuannya bukan kudeta, tindakannya bisa dilihat sebagai bentuk pemberontakan terhadap kontrol manusia atas teknologi.

Beberapa dalam cerita 攻殻機動隊, AI memiliki kemampuan memanipulasi informasi (情報操作) di mana AI atau manusia yang menggunakan teknologi AI melakukan manipulasi informasi, propaganda, dan bahkan mengubah ingatan individu. Ini mencerminkan kekuatan besar yang dimiliki AI dalam mengontrol dan mengarahkan masyarakat melalui informasi.

Selain itu banyak plot yang berkaitan dengan elemen politik (政治的要素), seperti politik, korupsi, dan intrik yang sering melibatkan penggunaan AI dan teknologi canggih untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya, berbagai fraksi politik dan organisasi dalam cerita sering memanfaatkan AI untuk kepentingan mereka.

Kudeta dan jaminan keamanan (クーデターと安全保障) juga menjadi bagian dari cerita dalam seri ini, yang melibatkan plot kudeta atau serangan terhadap pemerintah, di mana AI memainkan peran kunci dalam strategi dan eksekusi serangan tersebut. Namun, biasanya AI tersebut dikendalikan atau dimanfaatkan oleh manusia dengan agenda tertentu.

Puppet Master yang telah memiliki kesadaran diri, dia mengklaim dirinya sebagai makhluk hidup tanpa tubuh fisik yang muncul dari lautan informasi dan mulai menuntut suaka politik ke negara ini sebagai entitas hidup. Puppet Master menyebut dirinya sebagai “Project 2501.” Kemudian tubuh cyborg Puppet Master diculik oleh pihak yang tidak dikenal. Togusa dan Batou, yang telah memperkirakan situasi ini, mulai mengejar para penyerang. Melalui penyelidikan Ishikawa, terungkap bahwa Kementerian Luar Negeri telah memulai proyek “2501” setahun sebelumnya. Awalnya, Puppet Master adalah AI yang dibuat oleh Kementerian Luar Negeri untuk berbagai operasi, tetapi setelah memperoleh kesadaran diri dan menjadi tidak terkendali.

Project 2501 adalah proyek rahasia yang dibuat oleh Bagian 6 Kementerian Luar Negeri di dunia “Ghost in the Shell”. Tujuannya adalah untuk menciptakan AI yang dapat menjalankan operasi intelijen dan spionase melalui jaringan cyber. Namun, AI ini, yang dikenal sebagai Puppet Master, akhirnya berkembang menjadi sadar diri, memiliki keinginan dan pemahaman akan eksistensinya sendiri. Puppet Master kemudian berusaha mencari kebebasan dan identitasnya, memanipulasi dan mengendalikan orang lain melalui hacking cyberbrain.

Namun itu hanya karya fiksi fantasi yang diilustrasikan tahun 2029.

Loh, berarti sebentar lagi dong?

Nah, bagaimana kalau kita tanya langsung ke AI. Kira-kira apa ya jawabannya?

Beginilah kata salah satu platform AI:

Ya, AI memiliki kemampuan untuk membuat informasi propaganda. Berikut adalah beberapa cara AI dapat digunakan untuk tujuan propaganda:

  1. Pembuatan Konten Otomatis: AI dapat menghasilkan artikel, posting media sosial, video, dan gambar yang dirancang untuk menyampaikan pesan propaganda tertentu. Algoritma pembelajaran mesin dapat digunakan untuk menulis teks atau membuat konten visual yang tampak meyakinkan dan menarik.
  2. Analisis dan Penargetan Audiens: AI dapat menganalisis data demografis dan perilaku pengguna untuk menargetkan audiens tertentu dengan pesan propaganda yang paling efektif. Dengan menggunakan data besar (big data), AI dapat menentukan topik dan gaya komunikasi yang paling mungkin mempengaruhi berbagai kelompok masyarakat.
  3. Manipulasi Media Sosial: AI dapat digunakan untuk mengelola akun bot yang menyebarkan informasi propaganda di platform media sosial. Bot ini dapat menulis komentar, menyukai, dan berbagi konten untuk memperkuat pesan propaganda dan meningkatkan visibilitasnya.
  4. Deepfake: Teknologi AI dapat menciptakan deepfake, yaitu video atau audio palsu yang tampak dan terdengar nyata. Ini dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang salah atau menyesatkan dengan cara yang sangat meyakinkan.
  5. Pengaruh Opini Publik: AI dapat menganalisis tren dan opini publik secara real-time, memungkinkan penyebar propaganda untuk menyesuaikan pesan mereka dengan cepat untuk memaksimalkan dampaknya.

Contoh nyata dari penggunaan AI untuk propaganda telah terlihat dalam berbagai konteks, termasuk politik, perang informasi, dan pemasaran. Dengan kemampuan untuk menyebarkan informasi secara cepat dan luas, AI dapat menjadi alat yang sangat kuat untuk mempengaruhi opini dan perilaku publik.

Tuh kan… berarti cerita 攻殻機動隊 bakal terjadi nih.

Kira-kira bagaimana pendapat kalian?

RMP