Dari Japanese Popular Culture BINUS ke Jepang: Perjalanan Study Abroad Niki dan Michel
Bagi Niki dan Michel, belajar di Jepang bukan sekedar tentang mengikuti perkuliahan tetapi juga kesempatan bagi mereka untuk merasakan secara langsung kehidupan di Jepang dan menerapkan hal-hal yang selama ini mereka pelajari. Niki dan Michel merupakan mahasiswa Japanese Popular Culture BINUS yang mendapat kesempatan untuk merasakan langsung kehidupan akademik dan keseharian di Jepang, melalui tempat dan pengalaman yang berbeda.
Niki Ananda atau yang kerap disapa Niki, menjalani program student exchange di Seinan Gakuin University, Fukuoka, pada September 2025 hingga Mei 2026. Sementara itu Michel Angeline mengikuti program study abroad di Wakayama Global Business College, Wakayama.
Berangkat dari latar belakang yang sama sebagai mahasiswa Japanese Popular Culture BINUS, keduanya membawa cerita masing-masing mulai dari pengalaman belajar, beradaptasi dengan lingkungan baru, hingga melihat Jepang dari perspektif yang berbeda. Dua destinasi, dua pengalaman, dan dua cerita yang menunjukkan bahwa kesempatan belajar di Jepang dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa.
Kenapa Jepang?
Ketertarikan Niki dan Michel terhadap bahasa dan budaya Jepang sudah muncul jauh sebelum mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar di Jepang.
Bagi Niki, ketertarikannya muncul dari bahasa dan budaya Jepang. Serta keinginannya untuk dapat merasakan secara langsung belajar di Jepang, hal ini kemudian semakin kuat seiring berjalanya waktu berkuliah di Japanese Popular Culture BINUS. Sejak semester 3, ia mulai aktif untuk mencari informasi terkait dengan program study abroad, beasiswa, hingga gambaran kehidupan mahasiswa di Jepang. Bagi Niki, belajar di Jepang merupakan kesempatan baginya dapat menggunakan bahasa Jepang dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mengenal budaya Jepang secara langsung.
Sementara itu, perjalanan Michel mengenal Jepang dimulai sejak ia kecil. Ketertarikannya tumbuh melalui anime, drama, cosplay, budaya, hingga bahasa Jepang. Dari ketertarikan tersebut, muncul keinginan yang besar untuk suatu hari nanti bisa pergi dan merasakan secara langsung kehidupan di Jepang.
Bagi mereka, study abroad menjadi kesempatan yang bagus untuk mengembangkan bahasa Jepang, mengenal budaya secara lebih dekat, bertemu orang-orang baru, serta merasakan secara langsung kehidupan di Jepang.
Memulai Perjalanan Study Abroad
Keinginan untuk pergi ke Jepang akhirnya membawa Niki dan Michel pada satu keputusan yaitu, mengambil kesempatan untuk belajar langsung di Jepang.
Bagi Niki, program study abroad menjadi kesempatan untuk dapat menggunakan bahasa Jepang dalam situasi nyata, memahami budaya Jepang secara langsung, serta bertemu dengan orang-orang dari berbagai negara. Niki juga melihat pengalaman ini sebagai kesempatan untuk keluar dari zona nyaman, belajar hidup mandiri, serta menghadapi lingkungan baru.
Sementara itu, bagi Michel, keinginan untuk pergi ke Jepang menjadi salah satu alasan utama untuk memilih program ini. Melihat teman-temanya yang juga mengikuti program serupa semakin mendoronya untuk mencoba, bagi Michel kesempatan ini bukan hanya tentang belajar tapi juga eksplorasi dan merasakan kehidupan di Jepang secara langsung.
Pada akhirnya bagi keduanya, belajar bahasa Jepang di Jepang langsung berarti membawa apa yang selama ini sudah mereka pelajari di kelas dalam kehidupan nyata mulai dari komunikasi, memahami budaya, hingga beradaptasi dengan lingkungan baru.
Menemukan Pengalaman di Tempat yang Berbeda
Berada di dua kota berbeda membuat pengalaman Niki dan Michel selama berada di Jepang memiliki cerita masing-masing. Niki menjalani studi di Fukuoka, sementara Michel menghabiskan masa studinya di Wakayama. Dari kehidupan kampus hingga kegiatan di luar kelas, keduanya menemukan cara yang berbeda untuk mengenal Jepang lebih dekat.
Selama berada di Seinan Gakuin University, Fukuoka, Niki tidak hanya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, tetapi juga bertemu dengan mahasiswa dari berbagai negara berbeda. Dengan lingkungan yang dipenuhi dengan keberagaman budaya dan latar belakang, memberi Niki kesempatan untuk berkenalan dan mendapatkan perspektif baru.
Di luar kegiatan kampus, Niki juga memanfaatkan waktunya untuk menjelajahi Jepang. Dengan bepergian bersama dengan teman-temanya ke berbagai prefektur dan menikmati pengalaman mencoba makanan lokal, mengunjungi tempat-tempat baru, serta mengenal karakteristik daerah yang berbeda. Bagi Niki, perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman study abroad karena pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi, perjalanan, dan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu pengalaman Michel di Wakayama Global Business College, membawa dia untuk lebih dekat dengan berbagai kegiatan yang memperkenalkan kehidupan dan budaya lokal. Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Michel adalah ketika mengikuti festival musim panas di sekitar Kastil Wakayama. Mengenakan yukata dan ikut menari dalam Bon Odori membuatnya dapat merasakan secara langsung salah satu tradisi Jepang. Michel juga berkesempatan untuk mengunjungi pabrik shoyu bersama volunteer dari kampus. Selain dapat melihat proses pembuatan shoyu, ia juga berkesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa dari universitas lain dan mencicipi salah satu hal unik yang ditemuinya di sana, yaitu es krim rasa shoyu.
Dari Fukuoka hingga Wakayama, pengalaman Niki dan Michel menunjukkan bahwa program study abroad tidak hanya memberikan kesempatan untuk belajar di kampus Jepang, tetapi juga membuka peluang untuk bertemu dengan orang baru dengan latar belakang berbeda, mencoba hal-hal yang berbeda, dan menemukan cerita di setiap tempat yang mereka kunjungi.
Belajar di Luar Ruang Kelas
Pengalaman belajar di Jepang membawa Niki dan Michel pada berbagai pengalaman baru yang tidak selalu mereka temukan di ruang kelas. Tinggal di lingkungan yang baru membuat keduanya belajar untuk jauh lebih mandiri, beradaptasi dengan berbagai situasi.
Bagi Niki, salah satu perubahan terbesar bagi dirinya adalah kemandirian. Ia belajar untuk mengatur jadwal, keuangan, serta berbagai kebutuhannya sehari-hari selama tinggal di Jepang. Penggunaan bahasa Jepang secara langsung dalam kehidupan sehari-hari juga membantu Niki untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang. Berinteraksi dengan orang dari berbagai negara membuatnya semakin terbuka terhadap perspektif dan cara hidup yang berbeda.
Di sisi lain, Michel banyak belajar mengenai adaptasi, kemandirian, serta kedisiplinan waktu. Berada di lingkungan baru membuatnya perlu untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan cara berinteraksi yang berbeda. Pengalaman ini memberikan kesempatan untuk mengembagkan kemampuannya komunikasi lintas budaya dan menggunakan bahasa Jepang dalam berbagai situasi sehari-hari.
Pada akhirnya, keduanya menemukan bahwa belajar di Jepang bukan hanya tentang seberapa sering mereka dapat menggunakan bahasa Jepang untuk berkomunikasi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat beradaptasi ketika berada jauh dari lingkungan yang familiar.
Ketika Ekspektasi Bertemu Kenyataan
Pengalaman di Jepang juga tidak selalu berjalan sesuai ekspektasi mereka berdua, keduanya menghadapi perbedaan cara berkomunikasi, situasi yang tidak familiar, hingga tantangan dalam menggunakan bahasa Jepang.
Namun, justru dari pengalaman tersebut membuat mereka belajar untuk lebih fleksibel dan adaptif. Program study abroad mengajarkan mereka bahwa mengenal Jepang secara langsung berarti menemukan hal-hal yang mungkin berbeda dari apa yang mereka bayangan sebelum berangkat.
Pesan untuk Mereka yang Ingin Study Abroad
Keduanya memiliki pesan sederhana untuk mahasiswa yang ingin mengikuti program serupa: Jangan takut mencoba
Niki mendorong mahasiswa untuk berani mengambil kesempatan study abroad, sementara Michel mengingatkan untuk lebih fokus pada tujuan dan tidak ragu mencari serta mengajukan beasiswa.
“If I can do it, I believe you can too.” — Niki
“Tetap fokus pada tujuanmu dan terus mencoba.” — Michel
Dari Japanese Popular Culture BINUS ke Jepang
Cerita Niki dan Michel menunjukan bagaimana pembelajaran bahasa dan budaya Jepang di program studi Japanese Popular Culture BINUS, dapat menjadi langkah awal untuk mengenal Jepang lebih dekat. Apa yang telah mereka pelajari di ruang kelas kemudian mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru hingga menemukan pengalaman-pengalaman baru yang tidak mereka duga sebelumnya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Niki dan Michel untuk terus belajar dan berkembang, baik di dalam ruang kelas maupun di luar ruang kelas.