Pachinko dan Kecanduan Judi di Jepang: Tinjauan Sosial dan Budaya

Di dalam negara Jepang, terdapat suatu masalah yang jarang sekali dibahas. Kecanduan judi merupakan salah satu isu meningkat dalam negara tersebut. Riset mengatakan bahwa salah satu akibat terbesar dalam kecanduan berjudi adalah mesin pachinko yang dapat ditemukan dengan mudahnya di berbagai kawasan. Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman tentang bahaya kecanduan berjudi, dan bagaimana satu negara memiliki status kecanduan yang mengkhawatirkan. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang pada September 2017, sekitar 3,6% orang dewasa Jepang, atau 3,2 juta orang mengaku bahwa mereka memiliki penyakit candu berjudi. Angka ini, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, cenderung sangat tinggi. Seperti: Kanada (0,9%), Prancis (1,2%), Italia (0,4%), dan Jerman (0,2%). Perlu diingat bahwa statistik yang telah diperlihatkan merupakan hasil pencakupan individu yang mengaku bahwa mereka memiliki masalah candu tersebut. Jadi hasil asli dari pencakupan dapat meraih nomor yang lebih tinggi. Dari kelompok yang ditanyakan pada negara Jepang, 80% dari mereka menyebut pachinko sebagai sumber utama dari kecanduan mereka.

Pachinko adalah permainan arcade yang terlihat seperti mesin slot dan pertama kali diciptakan di Jepang sekitar tahun 1925 – 1930. Pemain memasukkan bola-bola logam kecil dan menarik tuas untuk memulai permainan. Bola-bola tersebut akan memantul di dalam mesin, dan pemain mendapatkan poin jika beberapa bola logam tersebut terjatuh dalam area tertentu. Poin-poin yang diraih pemain dapat ditukarkan menjadi uang tunai melalui sistem yang tidak langsung, atau uang elektronik. Permainan ini dapat dilakukan hanya dengan koin 100 yen.

Kesederhanaan pachinko dimana permainan mesin ini tidak memerlukan keterampilan khusus dan kemudahan akses menjadikan-nya salah satu masalah terbesar dalam menambahkan rasa candu pada individu-individu sekitar negara Jepang. Pada akhir tahun 2021 terdapat 7.637 tempat pachinko dengan lebih dari 2,13 juta mesin diseluruh negeri. Meski jumlah orang yang bermain menurun akibat pandemi COVID-19, tempat pachinko masih dapat ditemukan hampir di seluruh kota Jepang. Selain pachinko, juga terdapat permainan serupa yang disebut pachi-slot, yaitu mesin slot yang berbasis medali. Hadiah dari pachi slot biasanya ditukar menjadi sertifikat hadiah atau uang elektronik.

Mengapa pachinko tidak dilarang dan dianggap bukan judi menurut hukum Jepang, ini dikarenakan Undang-Undang Pidana Jepang melarang aktivitas perjudian, kecuali untuk juudi publik seperti pacuan kuda, balap sepeda, balap perahu, dan balap mobil. Namun, pachinko secara hukum tidak dianggap sebagai perjudian, meskipun pada praktiknya melibatkan pertukaran uang. Hal ini dimungkinkan karena sistem “abu-abu”: pemain tidak menerima uang tunai langsung dari tempat pachinko, melainkan melalui sistem pertukaran poin dengan hadiah, lalu hadiah tersebut ditukar uang ditempat lain yang secara entitas berbeda. Celah hukum inilah yang menjadikan pachinko sebagai aktivitas yang legal.

Berdasarkan banyak penelitian dan pengamatan, terdapat beberapa faktor utama yang menjadi penyebab mengapa kecanduan judi di Jepang sangat tinggi. Faktor-faktor tersebut sebagai berikut:

  1. Jam kerja yang panjang
    Jepang memiliki budaya kerja yang terkesan panjang dan tekanan yang tinggi. Studi mengatakan bahwa kondisi tersebut judi menjadi salah satu sarana pelarian yang mudah dan memberikan stimulasi tinggi. Hal pelarian dari kerja yang lain bisa seperti minum alkohol.
  2. Budaya malu (shame culture)
    Masyarakat Jepang adalah masyarakat yang kolektivis. Dengan istilah wa (わ) mereka dianjurkan untuk menjaga keharmonisan dan tidak merepotkan orang lain. Akibat kebudayaan tersebut menjadikan masalah mendalam jika didiamkan terhadap individu tersendiri.
  3. Keterlambatan regulasi dan pencegahan
    Upaya seperti verifikasi usia yang ketat, pembatasan iklan, dan edukasi tentang kecanduan relatif terlambat diterapkan dibandingkan negara lain.
  4. Aksesibilitas pachinko yang sangat tinggi
    Pachinko dapat dimainkan dengan mudah, murah, dan tersedia hampir di mana-mana, bahkan oleh orang berusia di atas 18 tahun.
  5. Hormon kebahagiaan
    Hal lain yang berkontribusi dalam membuat seseorang mudah candu pachinko adalah dopamin. Dopamin berkait dengan antisipasi dan bukan hanya sekedar kesenangan. Ini menambahkan alasan bagi pegawai gaji sekitar daerah Jepang.

Salah satu alasan utama adalah kontribusi ekonomi pachinko. Menurut Badan Pajak Nasional Jepang, pada tahun fiskal 2019, pendapatan pajak dari industri pachinko mencapai sekitar 310 miliar yen. Selain itu, industri ini juga menyediakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar. Meskipun demikian, pemerintah mulai memperketat regulasi secara bertahap, seperti pembatasan jam operasional dan pengendalian durasi bermain pelanggan.

Kecanduan adalah penyakit yang tidak terselesaikan dan isu yang dapat merusak hidup. Candu tersebut dapat terlihat dalam beberapa bentuk seperti pornografi, berjudi, narkotika, dan sebagainya. Jika memiliki masalah yang berhubungan dengan kecanduan, tolong mencari bantuan profesional secepat mungkin.

Gian & Collin