Mempersiapkan Lulusan Berwawasan Global melalui Indonesia–Japan Business Strategy Masterclass Series

Japanese Department BINUS University bersama Indonesia Research Institute Japan (IRIJ) menyelenggarakan Indonesia–Japan Business Strategy Masterclass Series pada 3–6 Agustus 2026. Program intensif ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman strategis dan keterampilan praktis agar semakin siap menghadapi dunia kerja yang dinamis, lintas budaya, dan berorientasi global.

Mengusung semangat “Define Future-Ready Global Leaders”, rangkaian kegiatan ini memadukan pembelajaran mengenai strategi bisnis, komunikasi lintas budaya, serta etika dan profesionalisme dalam lingkungan kerja Jepang. Selama tiga hari pertama, peserta mengikuti berbagai aktivitas interaktif, seperti mini lecture, permainan, diskusi, penyusunan rencana aksi, role play, simulasi, evaluasi, dan pemberian umpan balik. Pada hari keempat, peserta meninjau kembali seluruh materi melalui kegiatan refleksi dan presentasi hasil pembelajaran.

Hari Pertama: Menganalisis Model Bisnis secara Sistematis

Pada hari pertama, peserta mempelajari konsep dasar model bisnis dan penggunaan Diagram Ishikawa untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan suatu bisnis. Pendekatan ini membantu peserta menganalisis sebuah persoalan secara lebih sistematis, menelusuri hubungan sebab-akibat, serta memahami keterkaitan berbagai komponen dalam pengembangan bisnis.

Sesi ini dibawakan oleh Ibu Sagita Asri Widiastuti, Business Transformation and Strategic Operation Executive, yang memiliki pengalaman lebih dari 24 tahun dalam bidang strategi korporasi, transformasi bisnis, intelijen pasar, dan pengembangan bisnis lintas negara antara Indonesia dan Jepang.

Melalui kombinasi mini lecture, permainan, dan diskusi, peserta diajak untuk mengembangkan pola pikir analitis. Mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga berlatih mengubah hasil identifikasi masalah menjadi dasar penyusunan solusi bisnis yang relevan dan berkelanjutan.

Hari Kedua: Membangun Kolaborasi Lintas Budaya

Memasuki hari kedua, pembelajaran berfokus pada perbedaan budaya dalam dunia bisnis dengan menggunakan kerangka The Culture Map. Peserta diperkenalkan pada delapan skala perbedaan budaya yang dapat memengaruhi komunikasi dan kerja sama dalam lingkungan profesional.

Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami bahwa cara berkomunikasi, memberikan umpan balik, membangun kepercayaan, mengambil keputusan, dan bekerja dalam tim dapat berbeda antara satu budaya dan budaya lainnya. Pemahaman terhadap perbedaan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin berkarier di perusahaan Jepang maupun di lingkungan kerja internasional.

Materi disampaikan oleh Ibu Aulia Adriani, General Manager of Language Business, yang berpengalaman dalam pendidikan bahasa Jepang, pengembangan kurikulum, pengelolaan institusi, kepemimpinan sumber daya manusia, dan komunikasi lintas negara.

Selain mengikuti mini lecture, peserta melakukan refleksi individual, berdiskusi, serta menyusun rencana aksi. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai perbedaan budaya, tetapi juga merancang strategi konkret untuk membangun kolaborasi lintas budaya yang lebih efektif.

Hari Ketiga: Menguatkan Etika dan Profesionalisme Jepang

Hari ketiga menekankan pentingnya etika, komunikasi profesional, dan business etiquette dalam lingkungan kerja Jepang. Peserta berlatih menerapkan sikap yang tepat dalam berbagai situasi profesional melalui kegiatan role play dan simulasi.

Kegiatan tersebut membantu peserta memahami bahwa profesionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Profesionalisme juga tercermin dalam tata krama, ketepatan sikap, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi dan budaya organisasi.

Sesi ini dipandu oleh Mr. Ryuuji Okamura, praktisi hubungan bisnis Jepang–Indonesia yang memiliki pengalaman dalam bidang operasional ritel dan konsultasi bisnis lintas negara. Setelah berkarier dalam manajemen gerai Seven-Eleven di Jepang, Ryuuji Okamura kini mendukung perusahaan-perusahaan Jepang yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Berbekal pengalamannya, peserta memperoleh wawasan praktis mengenai etiket bisnis, komunikasi profesional, budaya organisasi perusahaan Jepang, pengembangan hubungan dengan klien, serta pentingnya membangun kepercayaan dalam kerja sama antara Indonesia dan Jepang.

Hari Keempat: Refleksi dan Presentasi Hasil Pembelajaran Mahasiswa

Rangkaian Indonesia–Japan Business Strategy Masterclass Series ditutup pada 6 Agustus 2026 dengan sesi refleksi dan presentasi mahasiswa. Pada sesi ini, mahasiswa meninjau kembali berbagai pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka peroleh selama tiga hari sebelumnya.

Dalam presentasinya, mahasiswa menjelaskan pemahaman mereka mengenai analisis model bisnis menggunakan Ishikawa Diagram, strategi berkomunikasi dan berkolaborasi dalam lingkungan lintas budaya, serta penerapan etika dan profesionalisme dalam dunia kerja Jepang. Mereka juga menyampaikan hal-hal yang paling berkesan, perubahan cara pandang setelah mengikuti program, serta keterkaitan materi dengan rencana karier mereka.

Selain memaparkan apa yang telah dipelajari, mahasiswa diminta menyusun rencana tindakan mengenai kompetensi yang masih perlu dipersiapkan untuk memasuki dunia profesional. Rencana tersebut mencakup penguatan kemampuan komunikasi, peningkatan pemahaman budaya kerja Jepang, pengembangan pola pikir strategis, serta pembentukan sikap profesional dan kepercayaan diri.

Melalui kegiatan presentasi, diskusi, dan pemberian umpan balik, sesi hari keempat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengolah pengetahuan menjadi pemahaman yang lebih personal dan aplikatif. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mampu mengingat materi yang diberikan, tetapi juga dapat menghubungkannya dengan kesiapan diri dan langkah konkret yang akan dilakukan setelah menyelesaikan program.

Dari Pengetahuan Menuju Kesiapan Profesional

Tiga sesi pembelajaran utama dan satu sesi refleksi dalam Indonesia–Japan Business Strategy Masterclass Series membentuk alur pembelajaran yang saling melengkapi. Peserta terlebih dahulu belajar menganalisis bisnis secara sistematis, kemudian memahami pengaruh budaya terhadap komunikasi dan kolaborasi, serta mempraktikkan etika dan profesionalisme dalam berbagai situasi kerja. Pada hari terakhir, peserta mengintegrasikan seluruh pembelajaran tersebut melalui refleksi, presentasi, dan penyusunan rencana tindakan untuk meningkatkan kesiapan profesional mereka.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan masterclass tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan. Peserta juga didorong untuk menghubungkan materi yang dipelajari dengan tindakan nyata dan situasi yang mungkin mereka hadapi ketika memasuki dunia profesional.

Program ini memperkuat komitmen Japanese Department BINUS University dalam mempersiapkan lulusan yang mampu menjadi penghubung antara Indonesia dan Jepang. Kompetensi bahasa dan budaya Jepang perlu dikembangkan bersama kemampuan berpikir strategis, adaptabilitas, kepercayaan diri, serta pemahaman terhadap kebutuhan industri global.

Melalui kolaborasi dengan praktisi industri dan institusi seperti IRIJ, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang semakin dekat dengan realitas dunia kerja. Indonesia–Japan Business Strategy Masterclass Series diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam melahirkan talenta masa depan yang mampu membangun kepercayaan, bekerja secara efektif dalam lingkungan lintas budaya, dan memberikan kontribusi profesional di tingkat nasional maupun global.

 

RMP